Lompat ke isi

Telkomsel Pop Screen

Oktober 13, 2011

http://www.telkomsel.com/services/mobile-advertising/2855-PopScreen.html

Tanpa perlu banyak bicara:
T-Sel Menu -> PopScreen -> Aktivasi -> Non-aktifkan

I’m Not Dead Yet!

Oktober 6, 2011

Busy at work, lack of reliable internet connection and a new hobby.. Angling!

Membuat Flashdisk Instalasi Windows 7

Maret 24, 2010

Beberapa hari yg lalu, beli 1 set PC Desktop. PC ini sebagai ganti PC butut (PIII + 128MB RAM) yg biasa dipakai Ayah. Sialnya (atau malah untungnya), lupa beli DVD-ROM. Kebetulan juga, uangnya dah habis :P Tapi biarlah, sebuah tantangan ini. Gimana caranya install Windows 7 tanpa DVD-ROM.

Hasil dari googling, banyak banget nih tutorial tentang cara instalasi Windows tanpa CD/DVD-ROM. Salah satu yg menjadi acuan Saya adalah artikel ini. Karena ukuran file ISO installer Windows 7 yg cukup besar, gunakan flashdisk berukuran minimum 4GB.

PC akan diinstall Windows 7 64 bit, sedangkan Dell 1440 menggunakan versi 32 bit. Langkah untuk memformat flashdisk mungkin bisa dilakukan dari Laptop, tapi untuk membuatnya bootable bagi installer Windows 7 64 bit, perlu lingkungan 64 bit juga.

Read more…

Windows 7 on Me

Maret 19, 2010

Well, sebenarnya bukan barang baru nih Windows 7. Pernah coba yg versi Beta sampe dapet Windows 7 Ultimate 64bit Edisi_Silahkan_Pakai (dan masih bercokol di Laptop) dari seorang teman, sebagai teman dial-boot Gentoo Linux (yg nggak kelar-kelar ditulis dokumentasinya.. Ugghhh… Hate that!!!). Tapi Windows 7 yg Saya pakai ini adalah versi Home Premium Edisi_Bayar_Lisensi di Laptop Dell 1440 punya Ayah.

Yes, Saya memang tidak berminat memakai software bajakan di Laptop punya Ayah ini, dan memang demikian yg Beliau inginkan. Jadilah, terbeli juga Windows 7 Home Premium, Microsoft Office Home and Student 2007 dan Kaspersky Anti Virus 2010.

Mungkin Saya ini terlalu idealis, tapi rasanya lebih sreg menggunakan Windows 7 Home Premium di Laptop Ayah ini daripada Windows 7 Ultimate di Laptop ku sendiri.

Dan kesampaian juga nih, install Windows Live Writer (dan post ini ditulis dengannya). Untuk web browser, install Mozilla Firefox, Opera 10 dan Google Chrome serta Mozilla Thunderbird buat email. Install Adobe Reader 9 untuk buka PDF, 7zip untuk urusan kompres-kompres file, Notepad2 buat gantiin Windows Notepad, Sun VirtualBox (pengen install Gentoo Linux), Greenshot & Paint.Net untuk ambil dan edit screenshot, K-Lite Mega Codec Pack untuk codec multimedia. Install Shollu dan Zekr juga. Terus, install juga Qt SDK for Open Source C++ development on Windows.

Yahh… (Berharap) Semoga bisa menggunakan program legal untuk seterusnya… Amin… :D

HP Compaq Presario Recovery Partition

Januari 30, 2010

HP Compaq Presario V3125AU sudah preinstalled Windows XP Home, dan tersedia Presario Recovery Partition (drive D: ) sebagai recovery OS dan softwar/driver untuk Windows XP Home. HP sangat menganjurkan untuk membuat CD atau DVD backup dari Recovery Partition tersebut. Caranya pun cukup mudah, karena sudah disertakan software HP/Compaq Backup and Recovery Manager.

Tentu saja, Saya sudah membuat backup-nya dengan 2 buah DVD. Oia, HP hanya mengijinkan 1 kali pembuatan CD/DVD backup untuk Recovery Partition-nya. Tapi itu sudah lama sekali, dan (sialnya) Saya lupa DVD backup itu sekarang ada di mana.. :( Meskipun recovery OS dan software/driver memang lebih praktis dilakukan dari Recovery Partition, CD/DVD backup tetap penting untuk ‘jaga-jaga’ jika Recovery Partition tersebut rusak atau terhapus.

Minggu lalu, Saya berencana untuk me-restore Windows XP Home ke default bawaan pabrik. Tapi gagal jika dengan fungsi tombol F11 (recovery) saat boot. Proses boot langsung dilanjutkan ke GRUB. Coba buat entry boot untuk Recovery Partition ini di GRUB, juga tidak sukses. Boot dari DVD Recovery yg belum dicoba. Tapi apa daya, DVD Recovery-nya tak ada…

Setelah googling, terdampar di sini. Ternyata, batasan 1 kali pembuatan CD/DVD Recovery bisa diakali.. :D

“When you create the recovery disc set for the first time, the HP/Compaq Recovery set Creator creates HPCD.SYS files, log files, and makes some other changes. In HP and Compaq computers, the HPCD.SYS file is found in two locations.

1) [Main Partition] \ [Windows Directory] \ SMINST \ HPCD.SYS
2) [Recovery Partition] \ HPCD.SYS

Those HPCD.SYS files should be around 0-1KB in size.

For most newer HP/Compaq computers:
To regain access and create more than one set of recovery discs, you only need to delete those two HPCD.SYS files. “

Dan cara ini berhasil. Dari HP/Compaq Recovery CD/DVD Creator, langsung buat lagi 1 set (2 buah DVD) Recovery Disk. Btw, tutorialnya bisa dibaca di sini.

Setelah komplit DVD set-nya, segera restart Windows dan coba boot recovery DVD. Dan ternyata… Jreng.. Jreng…

Error: These PC recovery discs do NOT support this PC model

Huh!

Kalau menurut penjelasan HP/Compaq, error tersebut disebabkan oleh:

  • Recovery disk yg digunakan salah, yaitu yg diperuntukkan bagi model lain.
  • Konfigurasi data pada motherboard atau disk telah berubah, tidak lagi sama dengan saat dibuat.
  • Motherboard-nya telah diganti dengan motherboard tipe lain.

Nah, gimana nih? Padahal Laptop ini:

  • Recovery disk set-nya dibuat dari Recovery Partition bawaan Laptop
  • Baru aja upgrade firmware BIOS.
  • RAM-nya udah di upgrade jadi 2GB dari aslinya yg 512MB.
  • Pernah diservis di HP Center, karena waktu itu Laptop mati. Gak bisa hidup sama sekali.

Mentok dah.. :(

cnf cnf ; cnf yakuake

Desember 27, 2009

AMD Turion(tm) 64 X2 6429.36 56.0 59.0 (4:30) 100%c (12:48:58 PM)
slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf cnf ; cnf yakuake

Program ‘cnf’ is present in package ‘command-not-found’, which is installed on your system.

Absolute path to ‘cnf’ is ‘/usr/bin/cnf’. Please check your $PATH variable to see whether it contains the mentioned path.

Program ‘yakuake’ is present in package ‘yakuake’, which is installed on your system.

Absolute path to ‘yakuake’ is ‘/usr/bin/yakuake’. Please check your $PATH variable to see whether it contains the mentioned path.

Yup! cnf dan yakuake. Dua program ‘cool’ yg ada di openSUSE 11.2 ku ini. Nggak tau ya kalau udah ada di versi-versi sebelumnya, baru di 11.2 ini nemu -nya :P

cnf merupakan symbolic link ke ‘command-not-found’, sebuah program yg didesain untuk menangani error “command not found” pada shell saat mengetikkan perintah_sembarang yg tidak dikenali atau tak terinstall di system. Dalam bertugas, cnf berkelakuan sebagai berikut:

  • Jika program_sembarang terinstall di system, maka cnf akan dengan senang hati menyampaikan sedikit informasi tentang program yg bersangkutan. Contohnya:
    AMD Turion(tm) 64 X2 3214.68 54.0 57.0 (4:55) 100%c (01:13:53 PM)
    slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf cnf

    Program ‘cnf’ is present in package ‘command-not-found’, which is installed on your system.

    Absolute path to ‘cnf’ is ‘/usr/bin/cnf’. Please check your $PATH variable to see whether it contains the mentioned path.

  • Jika program_sembarang tidak terinstall, tapi package yg berisi program_sembarang tersebut terdapat pada repository aktif, maka cnf akan memberi informasi mengenai package yg bersangkutan. Misalnya:
    AMD Turion(tm) 64 X2 3214.68 56.0 59.0 (4:59) 100%c (01:17:27 PM)
    slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf blender

    The program ‘blender’ can be found in the following package:
    * blender [ path: /usr/bin/blender, repository: zypp (openSUSE 11.2-0) ]

    Try installing with:
    sudo zypper install blender

  • Jika program_sembarang tidak terinstall dan package-nya tidak terdapat pada repository aktif, maka cnf akan berkata apa adanya:
    AMD Turion(tm) 64 X2 6429.36 55.0 59.0 (4:59) 100%c (01:17:31 PM)
    slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf program_sembarang
    program_sembarang: command not found

Nah, sekarang tentang Yakuake. Yakuake adalah drop-down terminal emulator yg berdasarkan teknologi dari KDE Konsole. Sebuah program terminal yg mirip dengan KDE Konsole (ya iyaa lahhh… Kan turunannya.. :P ), disebut drop-down karena animasi kemunculannya adalah drop-down dari bagian atas layar. Yes,berbeda dengan Konsole, Yakuake bisa di-hide dan show dengan tombol shortcut (F12 default-nya).

Enjoy dahh.. ;)

openSUSE 11.2 (dooh.. Telat banget deh Gue.. )

Desember 27, 2009

Aselii.. Telat banget taunya nih openSUSE 11.2 release. So, install openSUSE 11.2 juga telat banget. Tanggal 23 Desember malam, sekitar adzan sholat Isya (waktu Surabaya), running dah ne openSUSE 11.2 di Laptop.

Sama seperti pada instalasi openSUSE 11.1 terdahulu, proses instalasi openSUSE 11.2 ini juga hendak Saya dokumentasikan, lengkap dengan screen capture-nya. Tapi setelah 11.2 running, setelah Saya pikir-pikir (dan terlalu malas untuk menulis), rencana untuk post proses instalasi openSUSE 11.2 Saya batalkan. Karena (menurut hemat Saya) prosesnya sama saja dengan waktu install openSUSE 11.1 terdahulu.. Hehehehehe.. :D

Ohh.. Btw, dokumentasi resmi untuk openSUSE 11.2 bisa diperoleh di sini.

Belum banyak yg ‘dikerjain’ nihh di openSUSE 11.2, beberapa hari yg lalu masih asik mainan ama Gentoo & WRT54GL yg di rumah. In fact, install-nya juga disela-sela kesibukan ‘bermain’ itu.. :P Baru sekedar setting bash prompt untuk user yg Saya gunakan dan install driver NVidia (driver yg Saya gunakan adalah versi 190.53).

Sedikit pesan untuk yg ingin meng-install openSUSE 11.2, pertama-tama: BACKUP DATA ANDA! BACKUP! BACKUP! Ini serius! Meskipun instalasi openSUSE semakin mudah untuk dilakukan, lebih baik mencegah daripada kehilangan data-data yg berharga.. Sempatkan diri anda untuk mencari informasi mengenai proses instalasi sebanyak mungkin.. Tips dan trik troubleshooting bisa bermanfaat juga tuhh.. ;) Dan sebelum memulai instalasi, ada baiknya jika berdoa terlebih dahulu.. :D

Well, let’s see what happened next..

Dah setahun pake IM2

Desember 25, 2009
tags:

Hmm.. Nggak terasa,udah 1 tahun pake IM2. Bukan bermaksud promosi, tapi emang hari ini pas setahun. Selamat bertugas, IM2 Broom ku.. Semoga lancar jaya di bulan-bulan yg akan datang.. :D

Posted by Wordmobi

I Think, I Start to Like It!

Desember 23, 2009

ISO dari DVD openSUSE 11.2 64bit dah kelar diunduh (thanks bwt Ndodt), dan sore tadi Laptop resmi untuk dirombak.

Don’t touch the Windows XP™ part, tapi instalasi Gentoo Linux yg sebelumnya dah fixed, ganti jadi openSUSE.

Bukan karena kurang suka ama Gentoo, tapi karena faktor sayang hardware aja..

Laptop ku bolak-balik overheat,dan otomatis shutdown pada suhu kritisnya (100 °C), terutama saat proses compile software.

Sayang sekali, padahal Aku sudah mulai menyukainya.. Bahkan, saat ingin install MPlayer di openSUSE, Aku sudah merindukan: emerge mplayer

Yeah.. Save it for later aja dah.. :D Enjoy openSUSE dulu nee.. ;)

Posted by Wordmobi

Simple HTTP Server

Desember 21, 2009

At your shell, just run:
$ python -m SimpleHTTPServer

Posted by Wordmobi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.