nata

Fiuhhh… Udah lama nggak update blog. Sejak pindah ke Jawa (pertengahan mei 2014) hingga beberapa minggu yg lalu, jarang banget bisa komputer-an (apalagi online). Meskipun sesudah di Jawa sempet beli harddisk buat Mac mini trus install Mavericks, tapi ya jarang dipake. Laptop juga lebih sering mati. Router dan perangkat lain masih rapi di dalam kerdus.

Di Jawa lebih banyak menikmati waktu menunggu kelahiran anak pertama. Dan setelah dia lahir, lebih banyak (lagi) menikmati waktu mengaguminya.. Hahaha..

Tapi sewaktu masih di Berau, sempat buat blog (lokal) di Laptop. Jadi masih tetep nulis hingga akhir april 2014. Blog ini jadi seperti jurnal sih, nulis apa aja yg kebetulan ingin ditulis.

Blog ini menggunakan Habari blog engine, lighttpd web server dan database SQLite. Sambil pelan-pelan nata waktu dan peralatan, sementara masih asik nulis di situ.. 😉

nata

Kardus Susun

Sejak pabrik ‘libur’, jadi punya banyak waktu luang. Alhamdulillah, bertepatan dengan Istri yg lagi hamil muda1, jadi bisa banyak menghabiskan waktu bertiga.. 😀

Selain itu, sekarang punya waktu luang untuk belajar Linux (lagi) dan beberapa ‘mainan’ yg lain.. 😉 Nulis juga nih, mulai aku biasakan. Waktu buat laptop-an makin banyak. Salah satu kendala, posisi laptop-an yg biasa tu duduk bersila. Kalau terlalu lama, jadi kurang nyaman di lutut.. 😦

Hasil searching, ternyata lebih baik pake Standing Desk kalau mau make komputer dalam waktu yg lama2. Banyak juga sih, liat desain-desain standing desk yg bagus3. Dari yg minimalis sampai yg rumit. Kepingin juga pesen standing desk ke meuble deket rumah, tapi woles aja lah. Sambil cari inspirasi desain yg cocok.

Untung aja, di rumah ada beberapa kardus bekas yg ternyata kalau disusun, cukup tinggi untuk dijadikan standing desk. Ugly, but effective. Dan yg penting Murmer.. 😛 Hehehe, paling nggak, ukuran panjangxlebarxtinggi nya bisa jadi dasar desain standing desk ku nantinya.

Ini penampakannya:

Alt

Capek? Iya. Tapi kan bisa disambi duduk, jalan ato ngapa-ngapain. Fleksibel lah..
Yg penting nggak duduk terlalu lama.. :p


  1. Our 1st Baby. Alhamdulillah, saat ini udah 16 minggu.. :D 
  2. Translate kasarnya, Meja Berdiri. Well, emang ada manfaatnya ya kalo meja nggak berdiri?? Wkwkwkwk.. 😛 Nggak kog, ini maksudnya, meja yg digunakan untuk beraktifitas seperti membaca, menulis maupun bekerja, sambil berdiri. 
  3. Misalnya dari artikel ini dan ini 
Kardus Susun

Testing QTM

Setelah nyoba posting make Markdown via WordPress for Android, sekarang coba QTM. Milih QTM, karena pake QT toolkit, dan sudah support Markdown. Masih belum tau sih, cocok atau nggak. Kl nggak cocok, ya paling nulis di text editor biasa, baru ntar copy-paste pas online di WordPress.com

QTM yg aku gunakan adalah versi 1.3.15, dan di Funtoo Linux gampang banget install-nya:

$ sudo emerge qtm

Oke, lahh… Liat dulu hasilnya.. 😉

QTM

Edit:

  • Di QTM, ada setting buat feedback. Comment tadi nggak aku check. Jadi post ini nggak bisa di kasih comment.
  • Markdown yg ku tulis di QTM, diubah jadi HTML baru di upload ke WordPress.com
Testing QTM

Restore OpenWrt MR3020 Ke Firmware TP-Link

Setelah asyik beberapa minggu testing OpenWrt di TL-MR33020, jadi pingin coba restore ke firmware original TP-Link. Murni iseng. Iseng-iseng berhadiah. Hehehe..

Prosedur restore TL-MR3020 dari OpenWrt ke firmware original sebenarnya mudah, seperti yg dijabarkan di sini. Sebelumnya, pastikan firmware yg digunakan tepat dan Sebelum me-restore original firmware, pastikan switch mode ke WISP.

LuCI terinstal

Pilih menu System->backup/update firmware. Pada bagian Flash new firmware image, untick Keep settings, browse file original firmware dari TP-Link. Klik Flash image…

Note: Upload via LuCI, jika firmware ada kata boot nya, nggak bisa. LuCI yield: The uploaded image file does not contain a supported format. Make sure that you choose the generic image format for your platform. Nice! 😉

LuCI tidak terinstal

Salin firmware original TP-Link ke direktori /tmp pada TL-MR3020, lalu restore firmware menggunakan program mtd.

# cd /tmp 
# wget -c http://ofmodemsandmen.com/download/Factory/mr3020nv1_en_3_14_2_up(120817).bin 
# mtd -r write mr3020nv1_en_3_14_2_up(120817).bin firmware 

Tunggu hingga router selesai reboot. Congrats! Udah balik firmwarenya. Tinggal selangkah lagi, akses router via browser di http://192.168.0.254/ dengan username/password adalah admin/admin. Kemudian lakukan factory reset, pilih menu System Tools -> Factory Defaults. Selesai.

Iseng-iseng berhadiah

Oia, di atas sempat disinggung firmware original yg tepat. Seperti apa sih? Emang apa akibatnya kl firmware yg digunakan tidak tepat?

Firmware original TP-Link yg tepat untuk di-restore adalah firmware dengan versi yg tidak ada kata boot pada nama filenya1. Ini adalah versi firmware yg tidak ada boot-loader-nya. Jika me-restore menggunakan firmware versi lain, dapat dipastikan TL-MR3020-nya akan brick (boot loop).

Been there, done that! Pertama kali coba restore ke firmware original MR3020, mungkin karena terlalu bersemangat & tidak teliti baca manual (duh!!!), restore pake firmware original versi terbaru yg aku punya.

Upload file firmware ke direktori /tmp di MR3020 dengan WinSCP, kemudian:

# cd /tmp
# mtd -w write mr3020nv1_en_3_17_1_up_boot(130929).bin firmware

Unlocking firmware ...

Writing from mr3020nv1_en_3_17_1_up_boot(130929).bin to firmware ...  [e]Failed to erase block
# reboot

Defenately, rebooting was a bad move. Failed to erase block adalah indikasi bahwa something goes wrong. Sebenarnya, selama tidak di-reboot, OpenWrt masih aktif dan bisa digunakan. Note for myself, when this happen again, do not reboot, write another valid firmware!

Setelah reboot, MR3020 ku memasuki state 'boot loop', semua LED blink (sekitar) 1 detik, terus-menerus. Berikut log Putty via Serial, pada saat boot loop terjadi.

U-Boot 1.1.4 (Mar 26 2013 - 16:03:16)

AP121 (ar9330) U-boot

DRAM:  32 MB
led turning on for 1s...
id read 0x100000ff
flash size 4194304, sector count = 64
Flash:  4 MB
Using default environment

In:    serial
Out:   serial
Err:   serial
Net:   ag7240_enet_initialize...
No valid address in Flash. Using fixed address
No valid address in Flash. Using fixed address
: cfg1 0x5 cfg2 0x7114
eth0: 00:03:7f:09:0b:ad
ag7240_phy_setup 
eth0 up
: cfg1 0xf cfg2 0x7214
eth1: 00:03:7f:09:0b:ad
athrs26_reg_init_lan
ATHRS26: resetting s26
ATHRS26: s26 reset done
ag7240_phy_setup 
eth1 up
eth0, eth1
Autobooting in 1 seconds
## Booting image at 9f020000 ...
   Uncompressing Kernel Image ... Too big uncompressed streamLZMA ERROR 1 - must RESET H1.1.4 (Mar 26 2013 - 16:03:16)

AP121 (ar9330) U-boot

DRAM:  32 MB
led turning on for 1s...
id read 0x100000ff
flash size 4194304, sector count = 64
Flash:  4 MB
Using default environment

In:    serial
Out:   serial
Err:   serial
Net:   ag7240_enet_initialize...
No valid address in Flash. Using fixed address
No valid address in Flash. Using fixed address
: cfg1 0x5 cfg2 0x7114
eth0: 00:03:7f:09:0b:ad
ag7240_phy_setup 
eth0 up
: cfg1 0xf cfg2 0x7214
eth1: 00:03:7f:09:0b:ad
athrs26_reg_init_lan
ATHRS26: resetting s26
ATHRS26: s26 reset done
ag7240_phy_setup 
eth1 up
eth0, eth1
Autobooting in 1 seconds
## Booting image at 9f020000 ...
   Uncompressing Kernel Image ... Too big uncompressed streamLZMA ERROR 1 - must RESET 

Bootloader masih aman, hanya image yg akan di-boot aja yg error.

Tetap pada niatan awal, menggunakan cara yg sama persis dengan cara ini hanya saja menggunakan firmware original TP-Link yg valid, sukses untuk restore TL-MR3020 ke firmware original.

RTFM


  1. File firmware original ini juga tersedia untuk di-download dari situs resmi TP-Link. http://www.tp-link.com/Resources/software/TL-MR3020_V1.00_120817.zip 
Restore OpenWrt MR3020 Ke Firmware TP-Link

Instalasi OpenWrt Pada TP-Link TL-MR3020

Well, sebenarnya ini bukan proses instalasi pertama pada router TL-MR3020 ku. Router ini juga pernah brick trus aku debrick sendiri juga (Alhamdulillah, berhasil.. 😉 . Sayangnya, semua pengalaman itu nggak ditulis. Jadi sekarang, pingin nulis proses instalasi OpenWrt (sekali lagi) biar nggak lupa. Proses restore original firmware TP-Link dari OpenWrt, dibahas di post lain.

Tutorial instalasi OpenWrt itu banyak dan sebenarnya cukup mudah untuk diikuti. Apalagi kalau firmware TL-MR3020 nya masih asli bawaan pabrik. Cukup update firmware via Web GUI (Menu System Tools>Firmware Upgrade). Tapi kali ini, ingin mencoba instalasi OpenWrt ke TL-MR3020 menggunakan Serial Console dan TFTP. Sistem operasi yg digunakan adalah Windows 8. Yg menjadi acuan adalah tutorial dari wiki.openwrt.org

Sebelum mulai, ada beberapa hal yg perlu disiapkan terlebih dahulu, yaitu:

  1. TP-Link TL-MR3020; Router harus dibuka cover bagian atasnya untuk dapat mengakses mainboard. Model router yg digunakan adalah versi 1.8, pada versi ini di-mainboard-nya tidak ada pin untuk koneksi serial, hanya solder pad aja. Untuk kebutuhan ini, kabel bisa langsung disolder ke mainboard atau bisa dengan menyolder 4 pin in-line header (thanks to Mas Wanto, yg udah ngasih header+nyolderin 😀 ).
  2. USB-to-Serial Cable; Kabel harus sudah dikenali oleh Windows 8 dan driver telah terinstal dengan baik (no error). Kabel yg digunakan menggunakan chipset Prolific PL2303HXA.
  3. TFTP Server; Yg aku gunakan adalah TFTPgui. Applikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Python. Jika tidak ingin menginstal Python, download saja ttftpgui_2_1_py25_installer.exe, ini adalah installer yg sudah “tertanam” Python Interpreter di dalamnya. Sialahkan check situs tftgui untuk pilihan download yg lain.
  4. Firmware OpenWrt untuk TL-MR3020; Firmware yg akan diinstall adalah latest trunk snapshot. Pilihan lain, dapat menggunakan firmware terbaru Attitude Adjustment dari sini. Atau silahkan melirik firmware dari OpenWrt Indonesia.
  5. Putty; Versi yg digunakan adalah 0.63 dan dapat di-download di sini.
  6. UPS; Ada baiknya jika router TL-MR3020 source powernya dari sebuah UPS. Hal ini untuk menghindari router mati mendadak karena lost power pada saat proses write firmware berlangsung.

Ok, persiapan selesai. Lanjut ke proses instalasi. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Berdoa dengan tulus dan ikhlas. Tulus agar proses instalasi ini dapat berjalan lancar.  Dan ikhlas, jika seandainya sampai terjadi hal-hal yg tidak diinginkan, kita bisa menerimanya sebagai hikmah dan pelajaran berharga… 😀
  2. Salin firmware OpenWrt ke subfolder tftproot di folder instalasi TFTPgui. Sebenarnya tftp root folder ini folder apa saja, bisa disetting pada setup TFTPgui. Up to You, lahh..2014-01-02 20_20_00-TFTPgui
  3. Set IP address PC server TFTPgui ke 192.168.1.100 lalu plug kabel ethernet ke LAN port laptop dan hubungkan ke WAN/LAN port TL-MR3020 (masih dalam keadaan power off).
  4. Plug kabel USB-to-Serial ke laptop, lalu pastikan settingan Prolific USB-to-Serial Comm Port (port COM20 pada PC ku) sebagai berikut:
    1. Bits per second: 115200
    2. Data bits: 8
    3. Parity: None
    4. Stop bits: 1
    5. Flow control: None

    2014-01-02 19_40_25-Prolific USB-to-Serial Comm Port (COM20) Properties

  5. Jalankan Putty, lalu sesuaikan dengan setting Prolific USB-to-Serial Comm Port.
    • Pada opsi Category»Serial ubah parameter sbb:2014-01-02 19_42_32-PuTTY Configuration
    • Pada opsi Category»Session pilih Serial pada Connection Type.2014-01-02 19_43_05-PuTTY Configuration
  6. Hubungkan kabel USB-to-Serial dengan pin serial pada mainboard TL-MR3020. Klik tombol “Open” pada Putty Configuration untuk mulai menjalankan Putty Serial Console. Lalu power up TL-MR3020.
  7. Pada jendela Putty Serial Console, akan tampak prosees boot router. Setelah muncul “Autobooting in 1 seconds“, cepat-cepat ketik tpl. Kemudian akan muncul prompt “hornet>“. Ini adalah U-Boot command prompt, tandanya router siap menerima command.2014-01-04 19_45_02-COM20 - PuTTY
  8. Set IP address router menjadi 192.168.1.111
    hornet> setenv ipaddr 192.168.1.111
  9. Set IP address tftp server, yaitu 192.168.1.100
    hornet> setenv serverip 192.168.1.100
  10. Load OpenWrt firmware dari tftp server dan load ke
    hornet> tftpboot 0x80000000 openwrt-ar71xx-generic-tl-mr3020-v1-squashfs-factory.bin
  11. Erase
    hornet> erase 0x9f020000 +0x3c0000
  12. Copy
    hornet> cp.b 0x80000000 0x9f020000 0x3c0000
  13. Boot
    hornet> bootm 9f020000

    2014-01-04 20_05_34-COM20 - PuTTY

  14. Setalah perintah terakhir, Putty Serial Console akan menampilkan proses booting OpenWrt. Jika telah muncul “Please press Enter to activate this console.”, tekan <Enter>
    BusyBox v1.19.4 (2014-01-03 19:26:10 CET) built-in shell (ash)
    Enter 'help' for a list of built-in commands.
      _______                     ________        __
     |       |.-----.-----.-----.|  |  |  |.----.|  |_
     |   -   ||  _  |  -__|     ||  |  |  ||   _||   _|
     |_______||   __|_____|__|__||________||__|  |____|
              |__| W I R E L E S S   F R E E D O M
     -----------------------------------------------------
     BARRIER BREAKER (Bleeding Edge, r39185)
     -----------------------------------------------------
      * 1/2 oz Galliano         Pour all ingredients into
      * 4 oz cold Coffee        an irish coffee mug filled
      * 1 1/2 oz Dark Rum       with crushed ice. Stir.
      * 2 tsp. Creme de Cacao
     -----------------------------------------------------
    root@OpenWrt:/#

Well done. OpenWrt sudah terinstal pada TL-MR3020. Saat ini, TL-MR3020 masih dalam konfigurasi OpenWrt System Default. Yukk.. Mari dipelajari.. 😉

Instalasi OpenWrt Pada TP-Link TL-MR3020

Prolific (PL-2303HXA) USB to TTL Serial Cable

Salah satu isi bundle paket Raspberry Pi yg ku beli, adalah Prolific USB to TTL Serial Cable, yg dapat digunakan untuk “terhubung” dengan Raspberry Pi, Microcontroller maupun WiFi router melalui serial console. Chip pengkonversi USB-Serial pada kabel ini adalah Prolific PL2303HXA. Menurut informasi dari situs Prolific, chipset PL-2303HXA dan PL-2303X termasuk yg EOL (sudah sampai pada masa “End-Of-Life”; discontinued) dan pada driver terbaru PL2303 (versi 1.9.0 saat ini ditulis) untuk Windows 8/8.1, chipset ini tidak didukung lagi.

2013-12-31 18_05_59-Products

But, lucky me. Berdasar trik dari artikel ini, aku berhasil menggunakan kabel USB-to-Serial ini di Windows 8. Waktu itu untuk debricking OpenWrt di router TP-Link TL-MR3020 ku.. 😀

Sampai beberapa hari yg lalu, ketika aku memutuskan untuk melakukan Windows Update. Proses update-nya sih, baik-baik aja, hinggak saat aku ingin login ke OpenWrt di MR3020 via serial console (salah config, jadi error networking-nya). It’s happening! Kabel Prolific USB-to-Serial ku nggak bisa dipakai. Pada “Device Manager”, device PL2303 ditandai dengan “Yellow Exclamation Mark” dan status device-nya error “Code 10”. Arrggghhhh…

2013-12-31 18_49_27-Device Manager

2013-12-31 18_49_42-Prolific USB-to-Serial Comm Port (COM20) Properties

Setelah proses Windows Update, ternyata driver untuk Prolific ini turut di-update ke versi terbaru, WDF WHQL Driver versi 3.4.62.293 (17/10/2013).

2013-12-31 18_53_30-Prolific USB-to-Serial Comm Port (COM20) Properties

Yahh.. Mulanya aku nggak ngeh kl driver Prolific PL2303 ini otomatis ter-update. Jadi panik aja trus coba install lagi driver yg versi 1.5.0, tapi tanpa hasil. Coba install driver yg versi 1.9.0 (langkah bodoh, don’t do it!), jelas ndak bisa! Install lagi driver yg versi 1.5.0, tapi WDF WHQL Driver yg terinstall tetap versi 3.4.62.293 (17/10/2013), harusnya untuk driver versi 1.5.0, WDF WHQL Driver-nya versi 3.4.25.218 (07/10/2011).

Cara yg terpikir adalah uninstall driver Prolific PL2303 yg terinstall saat ini, dengan meng-klik tombol Uninstall pada “Driver” tab dari Prolific USB-to-Serial Comm Port Properties, dan mencentang “Delete the driver software for this device” pada popup “Confirm Device Uninstall”.

2013-12-31 19_20_51-Confirm Device Uninstall

And it’s gone! Prolific PL2303-ku sudah tak terdaftar lagi di “Device Manager”. Saat ku jalankan program instalasi Prolific PL2303 versi 1.5.0, kali ini aku di-confirm untuk remove software. Oke, ku remove aja dulu, biar bener-bener yakin driver-nya terhapus. Lalu ku jalankan lagi instalasi driver Prolific PL2303 versi 1.5.0. segera ku plug Prolific PL2303 ke salah satu port USB dan Windows otomatis mengkonfigurasi-nya.

2013-12-31 19_33_14-Device Setup

Setelah selesai, Windows request to restart. Dan restart lahh.. Tapi ternyata tetap aja, Prolific PL2303 ku ber-error code 10. WDF WHQL Driver yg terinstall tetap versi 3.4.62.293. Mengesalkan bukan? Hehehe.. 😛

Langkah berikut yg aku coba adalah lakukan Roll Back Driver. Opsi yg terlewatkan saat pertama kali masalah ini timbul.. Sighh.. Pada Prolific USB-to-Serial Comm Port Properties, klik aja Roll Back Driver.

2013-12-31 19_53_49-Driver Package rollback

Klik Yes aja, apa lagi.. 😛 Dan selesai. WDF WHQL Driver yg terinstall sekaranga adalah versi 3.4.25.218 (07/10/2011). Sudah normal, Prolific USB-to-Serial sudah bisa dipakai.. 😀

2013-12-31 19_59_16-Prolific USB-to-Serial Comm Port (COM20) Properties

Well, jika hal ini terjadi lagi (driver otomatis ter-update), tidak perlu repot-repot lagi install-uninstall, cukup Roll Back Driver aja.. 😉

PS: Lagi gaje, masalah sederhana dibuat rumit.. 😦

Prolific (PL-2303HXA) USB to TTL Serial Cable