Adab Tidur

Tidurlah sebagaimana orang yang sadar tidur. Jangan tidur seperti orang yang sembrono. Sebab orang yang sadar diantara orang yang tajam pikirannya akan tidur untuk beristirahat, dan bukan tidur dengan sengaja untuk bermalas-malasan.

Nabi bersabda, “Mataku tertidur, tetapi hatiku tidak.” Ketika kamu berangkat tidur, berniatlah untuk meringankan bebanmu ke pundak para malaikat dan pisahkanlah dirimu dari segala nafsu, dan ujilah dirimu dengan tidurmu; sadarlah akan kenyataan bahwa kamu tidak mempunyai kemampuan dan lemah. Kamu tidak memiliki kekuasaan atas setiap gerakan dan kediaman yang kamu lakukan, kecuali atas penilaian dan perkenan Allah.

Ketahuilah bahwa tidur adalah saudara kematian. Gunakanlah tidurmu sebagai penuntun menuju kematian, sebab tidak ada jalan untuk bangun dalam kematian atau untuk kembali guna memperbaiki tindakanmu begitu kamu telah melakukannya. Barang siapa tidur dengan melewatkan shalat wajib maupun shalat sunnah berarti telah melakukan kekeliruan, dan tidurnya adalah tidur orang yang sembrono dan merupakan jalan orang-orang yang kalah; dia bersalah. Barang siapa tidur setelah dia melakukan tugas-tugasnya, yaitu mendirikan sholat wajib maupun sholat sunnah, dan telah melaksanakan semua tanggung jawabnya, ia akan menikmati tidur yang terpuji. Saya tidak mengetahui adanya sesuatu yang lebih aman daripada tidurnya orang-orang pada masa kita ini. Karena orang-orang tidak lagi menjaga iman mereka dan berhati-hati dalam melakukan perbuatan mereka. Mereka telah mengambil jalan kiri. Jika seorang hamba yang telah berusaha untuk tidak berbicara tidak pada tempatnya, bagaimana mungkin dia tidak mendengar apa yang akan mencegahnya untuk tidak berbicara kecuali jika ada yang menjaganya? Tidur adalah salah satu penjaga itu. Sebagaimana difirmankan oleh Allah,

Sesungguhnya setiap penglihatan, pendengaran dan pemikiran akan dimintai pertanggungjawabannya.
(QS Al-Isra’ [17]: 36)

Dalam tidur yang berlebihan terkandung banyak keburukan, apalagi jika hal itu dilakukan dengan cara yang telah kami kemukakan. Tidur terlalu banyak adalahakibat minum terlalu banyak, dan minum terlalu banyak adalah akibat terlalu kenyang. Kedua hal ini membuat seseorang menjauh dari kepatuhan, dan membuatnya sulit untuk merenung dan bersikap rendah hati.

Jadikanlah tidurmu sebagai tugas terakhirmu di dunia ini; ingatlah Allah dengan hati dan lidahmu. Biarkan kepatuhan kepada Allah menguasai perbuatan-perbuatanmu yang keliru dan mintalah pertolongan-Nya sementara kamu tidur, berpuasa hingga datangnya shalat subuh, sebab jika kamu terbangun pada malam hari, setan akan berbisik, “Tidur lagilah, malam masih panjang,” sebabia ingin kamu melewatkan waktu yang paling baik untuk merenung dan membuka diri kepada Tuhanmu. Jangan tergoda untuk tidak memohon ampunan pada waktu fajar, sebab pada saat itu timbul kerinduan yang dalam kepada Allah dalam hati orang-orang yang khusyuk berdoa.

Dikutip dari:
LENTERA ILAHI: 99 WASIAT IMAM JA’FAR ASH-SHIDIQ
Cetakan I, Januari 2008/Muharram 1429H, Penerbit Mizan
Wasiat ke-20, halaman 72-74

Adab Tidur

2 pemikiran pada “Adab Tidur

  1. kepon berkata:

    Allah itu maha kuasa atas segala-galanya. Hanya kepada dia kita berserah. Dan kepadanyalah hidup dan mati. Semoga kita dilimpahkan hidayah dan dikekalkan iman yang sebenar-benar perhambaan kepadaNya.

    1. Allahuma Amin…
      Anda benar!
      Semoga Allah senantiasa memenuhi hati kita dengan rasa cinta dan takut kepada-Nya,
      Dengan keyakinan dan iman kepada-Nya,
      Dengan rindu dan rasa takut untuk berpisah dengan-Nya..
      Trims sudah mampir, salam kenal…🙂
      Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s