Fresh Install openSUSE 11.1

Sore kemarin, begitu installer openSUSE 11.1 64-bit udah di tangan, gak sabar rasanya untuk cepat-cepat install ke Laptop.. Backup data dan beberapa konfigurasi juga sudah rampung, doh, install deh.. install.. install..😀 Laptop sebelumnya dual boot Microsoft Windows XP Home SP2 (presinstalled) dengan openSUSE 11.0 64-bit, tapi kali ini tetep ingin fresh install openSUSE 11.1🙂

Dengan 3 drive milik Windows; C untuk system, D berisi recovery system dan E untuk data. Drive C dan E berformat NTFS sedangkan drive D berformat FAT32. Sedangkan untuk openSUSE partisinya adalah / dan /home dengan format ext3, /boot dengan format ext2 dan sebuah partisi swap. Setelah menyiapkan selembar kertas dan pensil, berbekal keinginan kuat untuk segera menggunakan openSUSE 11.1 plus tangan gemetar dan perut keroncongan.. (Halah!), insert the DVD installer into my DVD-ROM and restart my Laptop immadiately. Setelah Laptop di-restart, tentukan Laptop untuk boot dari DVD-ROM. Biarkan proses boot berlanjut, hingga installer menampilkan Boot Screen. Step yg ini, nggak bisa ambil screen capture-nya jadi Saya ambil dari sini😛

Boot Screen
Boot Screen

Pilih Installation dan tunggu hingga YaST (program instalasi dan konfigurasi pada openSUSE) selesai di-load. Kemudian YaST akan menampilkan Welcome Screen. Pada step ini, user diberi pilihan untuk menyesuaikan Bahasa dan Keyboard Layout yg digunakan. Tapi pada kasus Saya, pilihan default ok aja tuh..😛

Welcome Screen
Welcome Screen

Oia, hampir kelupaan. Pada installer openSUSE ini tersedia fasilitas untuk screen capture proses instalasi yg sedang berjalan. Cukup dengan menekan tombol Print_Screen (tombol fn+prt_sc kalau di Laptop Saya), akan muncul Window Dialog untuk menyimpan file screen capture. Tempat pilihan saya adalah di flashdisk. Untuk itu, saya harus me-mount-nya terlebih dahulu, dan yg Saya butuhkan adalah shell! Pada installer ini, shell berjalan pada console 2, 5, 6 dan 9. Tekan Ctrl+Alt+Fn, dengan n adalah nomer console, untuk pindah ke console yg diinginkan. Setelah menancapkan flashdisk ke USB, pada root shell:

mkdir /media/fdisk
mount -t vfat /dev/sdb1 /media/fdisk

Untuk kembali ke installation screen, tekan Ctrl+Alt+F7. Pada Welcome Screen ini, ditampilkan pula openSUSE License Agreement kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan proses installasi. YaST akan melakukan System Probing dengan menganalisa konfigurasi komputer untuk menentukan seting yg akan digunakan nantinya. Tunggu saja hingga YaST selesai melakukan tugasnya…😛

System Probing
System Probing

Setelah selesai melakukan probing, YaST akan otomatis menampilkan halaman Installation Mode. Ada 3 pilihan mode yg bisa disediakan, New Installation untuk melakukan fress install openSUSE 11.1, Update jika ingin meng-update openSUSE versi lawas yg telah terinstall, dan mode ke-3 adalah Repair Installed System, in case of emergency lah…😀

Installation Mode
Installation Mode

Sesuai dengan niat sedari awal, New Installation adalah mode yg Saya pilih. Pilihan Use Automatic Configuration tetap saya gunakan, karena 1. nggak begitu faham sih, gimana kalo harus setting manual setiap bagian instalasi. 2. pengen cepet dan mudah aja😛 3. males… (doh!)

Tahap instalasi berikutnya adalah konfigurasi Clock and Time Zone, berupa peta dunia. Klik di sekitar wilayah Indonesia, itu akan membuat Indonesia di-zoom. Karena time zone Saya adalah UTC+8, maka Saya memilih Makassar.

Clock and Time Zone
Clock and Time Zone

Klik tombol Change untuk  menyesuaikan jam dan tanggal. Enable pilihan Hardware Set to UTC jika sistem hanya menjalankan Linux, tapi karena sistem Saya dual-boot dengan Windows maka pilihan tersebut Saya disable.

Selanjutnya, instalasi sampai pada Desktop Selection. Di sini bisa kita pilih desktop environment yg akan diinstall, dua yg utama adalah KDE 4.1 dan GNOME. Opsi Other disediakan jika ingin menginstall KDE 3, atau window manager lain yg lebih ringan atau bahkan text mode!

Desktop Selection
Desktop Selection

Dan pilihan Saya jatuh pada KDE 4.1😀

Langkah instalasi selanjutnya adalah manajemen Disk, dan YaST akan memberikan Suggested Partitioning untuk instalasi kita. Berdasar skema partisi pada Laptop Saya, berikut ini suggested partitioning dari YaST:

Suggested Partitioning
Suggested Partitioning

Saya perlu memodifikasi skema untuk partisi /boot, klik Edit Partition Setup pilih /dev/hda5, lalu pada Partition Summary klik Edit. Pada Edit Partition, pilih Format Partition, dan File System ganti menjadi Ext2. Pada Mounting Options, pilih Mount Option dan ganti Mount Point-nya menjadi /boot.

Edit Partition /dev/sda5
Edit Partition /dev/sda5

Klik tombol Finish untuk selesai, kemudian pada Partition Summary klik Accept. YaST akan kembali menampikan Suggested Partitioning, tapi dengan tambahan entri untuk partisi /dev/sda5. Klik tombol Next untuk lanjut ke step berikutnya.

Sugested Partitioning Edited
Sugested Partitioning Edited

Langkah berikutnya adalah User Setting, YaST meminta untuk membuat user baru (tapi bukan root user) sebagai pengguna primer dari openSUSE ini nantinya. Pada Create New User ini, masukkan Nama Lengkap, Username dan Password.

Create New User
Create New User

Secara default, opsi Use this password for system administrator diaktifkan. Artinya password untuk root akan sama dengan password user yg akan dibuat ini. Jika tidak diaktifkan, maka pada langkah selanjutnya YaST akan meminta password untuk user root. Pada kesempatan ini, Saya biarkan saja opsi itu aktif. Toh password untuk root nantinya bisa diganti…😀

Berikutnya YaST menampilkan overview instalasi, yg merupakan detail dari apa yg akan dilakukan YaST nantinya. Jika ada yg ingin diubah, klik headline kategori setting atau klik tombol Change kemudian pilih setting yg akan diubah.

Installation Setting
Installation Setting

Yahh…, kalo sudah yakin dan pasti dengan settingan-nya, klik tombol Install untuk lanjut.

Confirm Installation
Confirm Installation

Sebuah jendela Confirm Installation akan muncul untuk memastikan bahwa installasi benar-benar bisa dilanjutkan. Sekali lagi, klik tombol Install untuk melanjutkan proses instalasi.

Perform Installation
Perform Installation

Sekarang, installer akan melakukan instalasi openSUSE. Saat instalasi telah komplit, komputer akan reboot dengan sendirinya.

Setelah komputer reboot dan masuk ke openSUSE 11.1, sebenarnya proses instalasi sudah selesai. Tapi sebelum masuk ke Desktop, masih ada satu tahapan lagi yg dilalui, yaitu one-time Automatic Configuration. Untuk mengkonfigurasi hardware dan koneksi network.

First Login
First Login

Akhirnya… Desktop KDE 4.1 saat pertama kali login… !!!

Let the Adventure Begin…😀

Fresh Install openSUSE 11.1

6 pemikiran pada “Fresh Install openSUSE 11.1

  1. THYRAELL berkata:

    ALo om..saya mau install suse 11.1 nih, di drive C nya masih ada WINXP, saya mau overwrite WINXP nya,jadi hasil akhirnya cuma ada SUSE11.1 aja di C nya..

    nah sy kan masih nubi..minta tolong step2nya pas install suse 11.1 biar XP nya ilang..

    trims bangget yah..

    1. Alo THYRAELL,

      Well, yg pertama2 harus dilakukan adalah BACKUP!!! Mungkin backup data terdengar remeh, tapi bisa mencegah masalah dikemudian hari..🙂

      Cara yg paling mudah adalah dengan menghapus partisi Windows sebelum instalasi. Jadi, saat instalasi, openSUSE akan menggunakan seluruh harddisk. Pada langkah Suggested Partitioning, terima saja yg proposal partisi yg diberikan. Kemudian lanjutkan instalasi sampai selesai.

      Jika memang sudah berniat untuk menghapus partisi Windows XP, lakukan instalasi seperti biasa. Tapi pada langkah Suggested Partition, pilih Edit Partition Setup. Kemudian pilih Harddisk yg akan diinstal openSUSE. Instaler secara otomatis mengenali partisi Windows, dan jika harddisk hanya berisi partisi Windows saja, instaler akan menawarkan 2 pilihan: Delete Windows completely dan Shrink Windows partition. Pilih yg Delete Windows completely, kemudian klik Next. Lanjutkan proses instalasi.

      THYRAELL, kira-kira gitu deee…😉

      Met install2 aja deh, jangan lupa backup data2 penting. Semoga lancar dan enjoy the beauty of openSUSE..😀

      Salam,

      1. THYRAELL berkata:

        Four thumbs Up buat mas slamet …makasih…ntar kalo ada pertanyaan2 aku balik sini lagi deh …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s