Unknown Device Error ACPI\HPQ6001

Semenjak Pavilion DM1 ku update dari Windows 7 ke Windows 8, sudah tau error ini. Mulanya ndak terlalu aku perdulikan, soalnya lebih sering boot ke Funtoo dari pada ke Windows. Berhubung sekarang lebih sering make Windows, dan kebetulan siang tadi ada sedikit kendala di project lain, error ini jadi terperhatikan.

Unknown device Properties
Unknown device Properties

Karena error ini pun sudah “berumur”, googling dah, dan langsung ketemu solusinya. Berdasarkan post ini, ACPI\HPQ6001 adalah HP Wireless Button Driver. Jadi, driver yg lama ndak cocok di Windows 8.

Pantas saja, sejak pakai Windows 8, tombol Fn+F12 (Wireless Button) nggak ber-efek. Ok, tinggal download dan install driver sp58720.exe beres dah! Tanpa restart pun, Wireless Button-nya sudah berfungsi. 😀

Iklan
Unknown Device Error ACPI\HPQ6001

Membuat Flashdisk Instalasi Windows 7

Beberapa hari yg lalu, beli 1 set PC Desktop. PC ini sebagai ganti PC butut (PIII + 128MB RAM) yg biasa dipakai Ayah. Sialnya (atau malah untungnya), lupa beli DVD-ROM. Kebetulan juga, uangnya dah habis 😛 Tapi biarlah, sebuah tantangan ini. Gimana caranya install Windows 7 tanpa DVD-ROM.

Hasil dari googling, banyak banget nih tutorial tentang cara instalasi Windows tanpa CD/DVD-ROM. Salah satu yg menjadi acuan Saya adalah artikel ini. Karena ukuran file ISO installer Windows 7 yg cukup besar, gunakan flashdisk berukuran minimum 4GB.

PC akan diinstall Windows 7 64 bit, sedangkan Dell 1440 menggunakan versi 32 bit. Langkah untuk memformat flashdisk mungkin bisa dilakukan dari Laptop, tapi untuk membuatnya bootable bagi installer Windows 7 64 bit, perlu lingkungan 64 bit juga.

Lanjutkan membaca “Membuat Flashdisk Instalasi Windows 7”

Membuat Flashdisk Instalasi Windows 7

Windows 7 on Me

Well, sebenarnya bukan barang baru nih Windows 7. Pernah coba yg versi Beta sampe dapet Windows 7 Ultimate 64bit Edisi_Silahkan_Pakai (dan masih bercokol di Laptop) dari seorang teman, sebagai teman dial-boot Gentoo Linux (yg nggak kelar-kelar ditulis dokumentasinya.. Ugghhh… Hate that!!!). Tapi Windows 7 yg Saya pakai ini adalah versi Home Premium Edisi_Bayar_Lisensi di Laptop Dell 1440 punya Ayah.

Yes, Saya memang tidak berminat memakai software bajakan di Laptop punya Ayah ini, dan memang demikian yg Beliau inginkan. Jadilah, terbeli juga Windows 7 Home Premium, Microsoft Office Home and Student 2007 dan Kaspersky Anti Virus 2010.

Mungkin Saya ini terlalu idealis, tapi rasanya lebih sreg menggunakan Windows 7 Home Premium di Laptop Ayah ini daripada Windows 7 Ultimate di Laptop ku sendiri.

Dan kesampaian juga nih, install Windows Live Writer (dan post ini ditulis dengannya). Untuk web browser, install Mozilla Firefox, Opera 10 dan Google Chrome serta Mozilla Thunderbird buat email. Install Adobe Reader 9 untuk buka PDF, 7zip untuk urusan kompres-kompres file, Notepad2 buat gantiin Windows Notepad, Sun VirtualBox (pengen install Gentoo Linux), Greenshot & Paint.Net untuk ambil dan edit screenshot, K-Lite Mega Codec Pack untuk codec multimedia. Install Shollu dan Zekr juga. Terus, install juga Qt SDK for Open Source C++ development on Windows.

Yahh… (Berharap) Semoga bisa menggunakan program legal untuk seterusnya… Amin… 😀

Windows 7 on Me

HP Compaq Presario Recovery Partition

HP Compaq Presario V3125AU sudah preinstalled Windows XP Home, dan tersedia Presario Recovery Partition (drive D: ) sebagai recovery OS dan softwar/driver untuk Windows XP Home. HP sangat menganjurkan untuk membuat CD atau DVD backup dari Recovery Partition tersebut. Caranya pun cukup mudah, karena sudah disertakan software HP/Compaq Backup and Recovery Manager.

Tentu saja, Saya sudah membuat backup-nya dengan 2 buah DVD. Oia, HP hanya mengijinkan 1 kali pembuatan CD/DVD backup untuk Recovery Partition-nya. Tapi itu sudah lama sekali, dan (sialnya) Saya lupa DVD backup itu sekarang ada di mana.. 😦 Meskipun recovery OS dan software/driver memang lebih praktis dilakukan dari Recovery Partition, CD/DVD backup tetap penting untuk ‘jaga-jaga’ jika Recovery Partition tersebut rusak atau terhapus.

Minggu lalu, Saya berencana untuk me-restore Windows XP Home ke default bawaan pabrik. Tapi gagal jika dengan fungsi tombol F11 (recovery) saat boot. Proses boot langsung dilanjutkan ke GRUB. Coba buat entry boot untuk Recovery Partition ini di GRUB, juga tidak sukses. Boot dari DVD Recovery yg belum dicoba. Tapi apa daya, DVD Recovery-nya tak ada…

Setelah googling, terdampar di sini. Ternyata, batasan 1 kali pembuatan CD/DVD Recovery bisa diakali.. 😀

“When you create the recovery disc set for the first time, the HP/Compaq Recovery set Creator creates HPCD.SYS files, log files, and makes some other changes. In HP and Compaq computers, the HPCD.SYS file is found in two locations.

1) [Main Partition] \ [Windows Directory] \ SMINST \ HPCD.SYS
2) [Recovery Partition] \ HPCD.SYS

Those HPCD.SYS files should be around 0-1KB in size.

For most newer HP/Compaq computers:
To regain access and create more than one set of recovery discs, you only need to delete those two HPCD.SYS files. “

Dan cara ini berhasil. Dari HP/Compaq Recovery CD/DVD Creator, langsung buat lagi 1 set (2 buah DVD) Recovery Disk. Btw, tutorialnya bisa dibaca di sini.

Setelah komplit DVD set-nya, segera restart Windows dan coba boot recovery DVD. Dan ternyata… Jreng.. Jreng…

Error: These PC recovery discs do NOT support this PC model

Huh!

Kalau menurut penjelasan HP/Compaq, error tersebut disebabkan oleh:

  • Recovery disk yg digunakan salah, yaitu yg diperuntukkan bagi model lain.
  • Konfigurasi data pada motherboard atau disk telah berubah, tidak lagi sama dengan saat dibuat.
  • Motherboard-nya telah diganti dengan motherboard tipe lain.

Nah, gimana nih? Padahal Laptop ini:

  • Recovery disk set-nya dibuat dari Recovery Partition bawaan Laptop
  • Baru aja upgrade firmware BIOS.
  • RAM-nya udah di upgrade jadi 2GB dari aslinya yg 512MB.
  • Pernah diservis di HP Center, karena waktu itu Laptop mati. Gak bisa hidup sama sekali.

Mentok dah.. 😦

HP Compaq Presario Recovery Partition

cnf cnf ; cnf yakuake

AMD Turion(tm) 64 X2 6429.36 56.0 59.0 (4:30) 100%c (12:48:58 PM)
slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf cnf ; cnf yakuake

Program ‘cnf’ is present in package ‘command-not-found’, which is installed on your system.

Absolute path to ‘cnf’ is ‘/usr/bin/cnf’. Please check your $PATH variable to see whether it contains the mentioned path.

Program ‘yakuake’ is present in package ‘yakuake’, which is installed on your system.

Absolute path to ‘yakuake’ is ‘/usr/bin/yakuake’. Please check your $PATH variable to see whether it contains the mentioned path.

Yup! cnf dan yakuake. Dua program ‘cool’ yg ada di openSUSE 11.2 ku ini. Nggak tau ya kalau udah ada di versi-versi sebelumnya, baru di 11.2 ini nemu -nya 😛

cnf merupakan symbolic link ke ‘command-not-found’, sebuah program yg didesain untuk menangani error “command not found” pada shell saat mengetikkan perintah_sembarang yg tidak dikenali atau tak terinstall di system. Dalam bertugas, cnf berkelakuan sebagai berikut:

  • Jika program_sembarang terinstall di system, maka cnf akan dengan senang hati menyampaikan sedikit informasi tentang program yg bersangkutan. Contohnya:
    AMD Turion(tm) 64 X2 3214.68 54.0 57.0 (4:55) 100%c (01:13:53 PM)
    slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf cnf

    Program ‘cnf’ is present in package ‘command-not-found’, which is installed on your system.

    Absolute path to ‘cnf’ is ‘/usr/bin/cnf’. Please check your $PATH variable to see whether it contains the mentioned path.

  • Jika program_sembarang tidak terinstall, tapi package yg berisi program_sembarang tersebut terdapat pada repository aktif, maka cnf akan memberi informasi mengenai package yg bersangkutan. Misalnya:
    AMD Turion(tm) 64 X2 3214.68 56.0 59.0 (4:59) 100%c (01:17:27 PM)
    slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf blender

    The program ‘blender’ can be found in the following package:
    * blender [ path: /usr/bin/blender, repository: zypp (openSUSE 11.2-0) ]

    Try installing with:
    sudo zypper install blender

  • Jika program_sembarang tidak terinstall dan package-nya tidak terdapat pada repository aktif, maka cnf akan berkata apa adanya:
    AMD Turion(tm) 64 X2 6429.36 55.0 59.0 (4:59) 100%c (01:17:31 PM)
    slametyp@laptop:/home/slametyp> cnf program_sembarang
    program_sembarang: command not found

Nah, sekarang tentang Yakuake. Yakuake adalah drop-down terminal emulator yg berdasarkan teknologi dari KDE Konsole. Sebuah program terminal yg mirip dengan KDE Konsole (ya iyaa lahhh… Kan turunannya.. :P), disebut drop-down karena animasi kemunculannya adalah drop-down dari bagian atas layar. Yes,berbeda dengan Konsole, Yakuake bisa di-hide dan show dengan tombol shortcut (F12 default-nya).

Enjoy dahh.. 😉

cnf cnf ; cnf yakuake